Saintis Barat akui matahari akan terbit dari barat

AL-FALAK atau Astronomi merupakan bidang ilmu yang begitu kompleks dan sulit dijelaskan, bahkan keterbatasan akal membuat manusia tidak mampu mempelajari sesuatu lebih dalam.

Secara tidak langsung, Al-Falak berkaitan dengan hukum alam yang diciptakan oleh Allah swt sepanjang siang dan malam. Namun yang mengkhawatirkan adalah seringkali kita dihadapkan pada berbagai fenomena yang seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua.

Fenomena matahari terbit dari barat merupakan peristiwa yang membuat para ilmuwan berpikir untuk mencari dan mempelajari penyebab peristiwa ini. Hal ini juga telah dikatakan sejak 1400 tahun yang lalu. Atas otoritas Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, mengatakan (yang berarti): ” Tiga hal, jika semuanya muncul, tidak akan bermanfaat bagi iman seseorang. Entah dia tidak pernah percaya sebelumnya atau imannya tidak bermanfaat baginya. (Yaitu) ketika matahari terbit dari barat, Dajjal dan Daabatul Ardh (sejenis makhluk dari bumi).” (Sejarah Muslim)

Seberapa benar fenomena ini? Ikuti wawancara HAPPIS BASH dengan astronom nasional, PROFESOR DR. MOHD ZAMRI ZAINUDDIN, tentang fenomena ini.

Tn. Prof, apa yang dimaksud dengan ‘Gerakan Mundur’ sehingga ada yang mengatakan bahwa matahari akan terbit dari barat?

‘Gerakan Retrograde’ adalah istilah ilmiah atau lebih tepatnya gerakan orbital yang berlawanan. Seperti yang sudah Anda ketahui, planet-planet terdiri dari Mars, Jupiter, Saturnus, Venus, Merkurius, Uranus, Neptunus, Pluto, dan Bumi. Pergerakan planet mengelilingi orbitnya sendiri. Bagi Mars, dibutuhkan waktu dua tahun untuk mengelilingi matahari dibandingkan dengan Bumi yang hanya membutuhkan waktu satu tahun. ‘Gerakan Mundur’ ini terjadi ketika Mars dan Bumi berada dalam posisi berlawanan atau berlawanan dimana pada suatu saat Mars tampak bergerak dari barat ke timur. Ini terjadi karena gerakan orbitnya yang miring. Itu terjadi setiap dua tahun di mana planet Mars tampaknya bergerak dari barat ke timur dan bukan dari timur ke barat.

Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional (NASA) telah menyatakan bahwa planet Mars pernah mengalami fenomena ini. Seberapa benar fenomena ini dan apakah matahari terbit dari barat di Mars?

Jika dilihat dari Bumi, Mars terlihat bergerak dari barat ke timur. Namun saat kita berada di Mars, gerakan orbitnya masih bergerak dari timur ke barat. Seperti yang kita ketahui, planet ini memiliki kerapatan 75 persen Bumi, dan tidak memiliki medan magnet sekuat Bumi. Peristiwa terbitnya matahari dari barat di Mars belum terjadi dan masih dalam kajian dan penelitian para ilmuwan dunia.

Bagaimana pandangan atau kajian para ilmuwan tentang peristiwa ini dan dapatkah itu terjadi pada bumi dengan cara lain?

Itu bisa terjadi ketika Bumi ditabrak komet besar, lalu menggeser orbitnya dari barat ke timur. Di sisi lain, itu bisa terjadi karena matahari adalah bintang besar dan dapat mengembang dan tumbuh ketika matahari membakar semua hidrogen di dalamnya dan menjadi raksasa merah . Bahkan perluasan ini akan mencakup orbit Merkurius dan orbit Kejora hingga akan mendekati Bumi dan dikatakan berada dalam rentang kepala manusia. Para ilmuwan memperkirakan matahari berusia 5.000 juta tahun dan pembakaran hidrogen ini juga diperkirakan akan memakan waktu hingga 10.000 juta tahun, dan bahkan mengkhawatirkan para ilmuwan jika itu terjadi dalam waktu dekat.

Apakah terjadinya fenomena ini diharapkan atau keanehan dalam astronomi?

Ini bukan suatu keanehan dalam dunia sains, hanya saja terlalu rumit untuk dipelajari dan diketahui kapan itu akan terjadi. Seperti yang kita ketahui, para ilmuwan Barat juga mengakui kebenaran bahwa matahari akan terbit dari barat dan akan terjadi pada semua planet termasuk Bumi itu sendiri.

Apakah implikasi besar kepada pergerakan Bumi jika fenomena ini terjadi?

Pergerakan Bumi masih seragam dan stabil. Hanya saja jika dibandingkan dengan Mars, orbit Bumi lebih kecil dari Mars karena Bumi lebih dekat dengan matahari. Padahal, pergerakan bumi dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari karena bulan berkaitan dengan proses pasang surut air laut. Jika ada peristiwa atau perubahan di bulan maka juga mempengaruhi Bumi yang akan mengakibatkan ketidakseimbangan sistem ke Bumi.

Dapatkah para ilmuwan menentukan kapan fenomena ini akan terjadi?

Fenomena ini masih dalam kajian dan diperkirakan pada tahun 2014 sebuah komet besar akan berada sekitar 40 km dari Bumi. Ini akan mempengaruhi Bumi sampai batas tertentu, bahkan penemuan kawah sisa asteroid di Chicxuclub, Semenanjung Yucatan sekitar 322 km Barat Cancun, Meksiko, pada tahun 1991 telah membuktikan bahwa ini pernah terjadi. Kawah dengan diameter 160-240 km ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang karena tertutup oleh sedimen sejak jutaan tahun yang lalu. Komet adalah asteroid yang merupakan benda angkasa kecil dan tidak memiliki bentuk khusus. Permukaannya membeku dan mengumpulkan debu dan batu-batu kecil dari luar angkasa dan jika ukurannya sebesar lapangan tenis, kekuatan dampaknya terhadap Bumi adalah lima kali lipat dari ledakan atom yang terjadi di Hiroshima.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *